Jumat, 21 Januari 2011
Wajah konstan berparas tampan
Layaknya Remaja yang terus bertambah dewasa penuh kharisma dan senyum canda tawa . seorang anak laki - laki yang berusaha untuk mencari jati diri dengan muka pas pas an namun otak harus berwawasan .. ini lah saya ..
Sepak Bola
www.detiksport.com/sepakbola/ Kalo mau tau hasil hasil dari pertandingan sepak bola
www.livescore.com/
Arti secara harafiah ialah makna. Arti sepakbola di sini tidak bisa diuraikan secara objektif, di mana peran masing-masing arti sepakbola itu sendiri sangatlah beragam. Sebagai contoh, bagaimana para pemirsa sepakbola mengartikan keputusan wasit dalam suatu pertandingan. Begitu pun penilaian berbeda disampaikan oleh para pengamat, pelatih dari tim yang bertanding maupun wasit sendiri dan tentunya dari badan tertinggi sepakbola, FIFA, sebagai pengambil keputusan terakhir.
Namun demikian, arti sepakbola di sini dipandang dari sisi para pelaku atau pesepakbola itu sendiri di dalam lapangan. Ekspresi para pemain sewaktu permainan ditampilkan pada permainan antara dua tim, yang mana andrenalin mereka meningkat di dalam lapangan. Hal itu disebabkan, karena suhu pertandingan sebagai salah satu faktor meningkatnya andrenalin, di samping tuntutan akan kemenangan mesti tercapai dan juga faktor ambisi pribadi dan tekanan lainnya.
Ambisi pribadi serta tekanan untuk menang inilah membuat peran gender harus dikesampingkan. Bisa dilihat, bagaimana gagah dengan fisik prima serta wajah keras, tetapi ketika menerima kekalahan, wajah-wajah keras itu tak tampak lagi. Wajah-wajah tersebut kemudian dihiasi tangisan ataupun ekspresi melalui dekapan menandakan kesedihan mendalam.
Begitu pun sebaliknya. Sewaktu kemenangan digapai oleh sebuah tim, wajah-wajah keras dan garang tak terlihat lagi, yang nampak hanyalah tangis haru kebahagiaan menyambut kemenangan. Artinya, dalam situasi apapun, baik itu meraih kemenangan atau menerima kekalahan, sebagai sosok pria dengan stigma manusia paling tegar menerima seburuk atau secara tragis apapun, mereka (para pria) bisa menyimpan sisi feminimnya.
Akan tetapi, stigma tersebut tidak berlaku pada dunia olahraga secara umum dan sepakbola khususnya. Pavel Nedved, salah satu contoh, pemain yang tak kenal lelah menyisir setiap sudut lapangan dengan wajah keras dan fisik cukup sempurna, namun ketika menerima kekalahan dirinya menangis sesugukkan menyesali kekalahan timnya. Banyak contoh pemain dari negara lain yang meratapi kekalahan seperti anak kecil.
Seperti legenda hidup, Diego Armando Maradona pada Piala Dunia 1990 di Italia. Tangisan Maradona akan kekalahan timnya di final, juga merupakan ratapan puluhan juta rakyat Argentina. Mengeyampingkan peran gender pun tampak dalam raut wajah kapten tim Inggris, David Beckham. Sewaktu partai perempat final melawan Portugal, Beckham terpaksa keluar lapangan akibat cedera dan ia tidak bisa menutupi kesedihannya ketika keluar lapangan.
Sambil menitikkan air mata seraya menghapuskan lewat pergelangan tangannya untuk menutupi kesedihan terdalam, namun semua itu tidak bisa menutupi hatinya yang sangat galau. Ekspresi seperti itu, tergambar pula pada anak muda asal Portugal, Christiano Ronaldo. Layaknya anak kecil yang meminta mainan, Ronaldo bisa dikonotasikan seperti itu. Pun demikian sorot wajah Frank Lampard ketika gagal membawa timnya melaju ke babak berikutnya.
Kesetaraan Gender Pendapat John Gray dalam bukunya Men are from Mars and Women are from Venus, menggambarkan perbedaan antar gender. Kemungkinan perspektif empunya buku tersebut masih berlaku satu dekade lalu atau bisa juga lima tahun lalu. Akan tetapi, perspektif itu tidak berlaku dalam sepakbola. Walaupun baru setahun belakangan ini berlaku di negara yang mengutamakan azas Syariat Islam, yaitu Iran. Dengan julukan Negara Islam Konservatif, akhirnya Iran, melalui Presiden Ahmadinejad, membuka kran bagi penonton wanita untuk menyaksikan pertandingan sepakbola di stadion secara langsung.
Satu dekade lalu, pemirsa wanita tidak menghiraukan pertandingan sepakbola. Tetapi kini, mereka sangat mengetahui metode permainan secara rinci hingga bisa memprediksi jalannya pertandingan layaknya para pengamat yang sok tahu di layar televisi. Mereka menyaksikan pertandingan bukan untuk mengagumi sosok tampan nan gagah pelaku sepakbola, tetapi sudah bisa menikmati permainan yang ditampilkan para pemain di dalam lapangan.
Di dalam stadion pun tidak lagi didominasi oleh kaum Adam. Sesuai data yang diterima Panitia Piala Dunia 2006, kaum Hawa sudah memadati isi stadion sebanyak + 35 persen dari kapasitas stadion. Dengan demikian, peran gender khususnya dalam dunia sepakbola sudah tidak ada lagi batasannya. Kesetaraan gender tampak terlihat dalam aroma Piala Dunia 2006 Jerman
www.livescore.com/
Arti secara harafiah ialah makna. Arti sepakbola di sini tidak bisa diuraikan secara objektif, di mana peran masing-masing arti sepakbola itu sendiri sangatlah beragam. Sebagai contoh, bagaimana para pemirsa sepakbola mengartikan keputusan wasit dalam suatu pertandingan. Begitu pun penilaian berbeda disampaikan oleh para pengamat, pelatih dari tim yang bertanding maupun wasit sendiri dan tentunya dari badan tertinggi sepakbola, FIFA, sebagai pengambil keputusan terakhir.
Namun demikian, arti sepakbola di sini dipandang dari sisi para pelaku atau pesepakbola itu sendiri di dalam lapangan. Ekspresi para pemain sewaktu permainan ditampilkan pada permainan antara dua tim, yang mana andrenalin mereka meningkat di dalam lapangan. Hal itu disebabkan, karena suhu pertandingan sebagai salah satu faktor meningkatnya andrenalin, di samping tuntutan akan kemenangan mesti tercapai dan juga faktor ambisi pribadi dan tekanan lainnya.
Ambisi pribadi serta tekanan untuk menang inilah membuat peran gender harus dikesampingkan. Bisa dilihat, bagaimana gagah dengan fisik prima serta wajah keras, tetapi ketika menerima kekalahan, wajah-wajah keras itu tak tampak lagi. Wajah-wajah tersebut kemudian dihiasi tangisan ataupun ekspresi melalui dekapan menandakan kesedihan mendalam.
Begitu pun sebaliknya. Sewaktu kemenangan digapai oleh sebuah tim, wajah-wajah keras dan garang tak terlihat lagi, yang nampak hanyalah tangis haru kebahagiaan menyambut kemenangan. Artinya, dalam situasi apapun, baik itu meraih kemenangan atau menerima kekalahan, sebagai sosok pria dengan stigma manusia paling tegar menerima seburuk atau secara tragis apapun, mereka (para pria) bisa menyimpan sisi feminimnya.
Akan tetapi, stigma tersebut tidak berlaku pada dunia olahraga secara umum dan sepakbola khususnya. Pavel Nedved, salah satu contoh, pemain yang tak kenal lelah menyisir setiap sudut lapangan dengan wajah keras dan fisik cukup sempurna, namun ketika menerima kekalahan dirinya menangis sesugukkan menyesali kekalahan timnya. Banyak contoh pemain dari negara lain yang meratapi kekalahan seperti anak kecil.
Seperti legenda hidup, Diego Armando Maradona pada Piala Dunia 1990 di Italia. Tangisan Maradona akan kekalahan timnya di final, juga merupakan ratapan puluhan juta rakyat Argentina. Mengeyampingkan peran gender pun tampak dalam raut wajah kapten tim Inggris, David Beckham. Sewaktu partai perempat final melawan Portugal, Beckham terpaksa keluar lapangan akibat cedera dan ia tidak bisa menutupi kesedihannya ketika keluar lapangan.
Sambil menitikkan air mata seraya menghapuskan lewat pergelangan tangannya untuk menutupi kesedihan terdalam, namun semua itu tidak bisa menutupi hatinya yang sangat galau. Ekspresi seperti itu, tergambar pula pada anak muda asal Portugal, Christiano Ronaldo. Layaknya anak kecil yang meminta mainan, Ronaldo bisa dikonotasikan seperti itu. Pun demikian sorot wajah Frank Lampard ketika gagal membawa timnya melaju ke babak berikutnya.
Kesetaraan Gender Pendapat John Gray dalam bukunya Men are from Mars and Women are from Venus, menggambarkan perbedaan antar gender. Kemungkinan perspektif empunya buku tersebut masih berlaku satu dekade lalu atau bisa juga lima tahun lalu. Akan tetapi, perspektif itu tidak berlaku dalam sepakbola. Walaupun baru setahun belakangan ini berlaku di negara yang mengutamakan azas Syariat Islam, yaitu Iran. Dengan julukan Negara Islam Konservatif, akhirnya Iran, melalui Presiden Ahmadinejad, membuka kran bagi penonton wanita untuk menyaksikan pertandingan sepakbola di stadion secara langsung.
Satu dekade lalu, pemirsa wanita tidak menghiraukan pertandingan sepakbola. Tetapi kini, mereka sangat mengetahui metode permainan secara rinci hingga bisa memprediksi jalannya pertandingan layaknya para pengamat yang sok tahu di layar televisi. Mereka menyaksikan pertandingan bukan untuk mengagumi sosok tampan nan gagah pelaku sepakbola, tetapi sudah bisa menikmati permainan yang ditampilkan para pemain di dalam lapangan.
Di dalam stadion pun tidak lagi didominasi oleh kaum Adam. Sesuai data yang diterima Panitia Piala Dunia 2006, kaum Hawa sudah memadati isi stadion sebanyak + 35 persen dari kapasitas stadion. Dengan demikian, peran gender khususnya dalam dunia sepakbola sudah tidak ada lagi batasannya. Kesetaraan gender tampak terlihat dalam aroma Piala Dunia 2006 Jerman
Sebuah Persahabatan Manusia
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.
Langganan:
Komentar (Atom)






